Bahasa
Osaka-ben, Bahasa Orang Osaka
REP | 29 December 2011 | 05:22Penduduk yang tinggal di jawa akan menggunakan bahasa jawa, walaupun negara kita berbahasa resmi Indonesia. Begitu pun di Negara Jepang, Penduduk yang tinggal di Osaka akan menggunakan bahasa mereka sendiri yaitu Osaka-ben.
Perbedaannya tidak terlalu mencolok dengan bahasa resmi mereka. Berbeda dengan bahasa ditiap penduduk negara kita, Bahasa jawa dan bahasa indonesia sangat jauh berbeda, begitu pun dengan bahasa batak, bahasa bugis dan lain-lain.
Di Jepang, penduduk Osaka memang terkenal keras. Itu ditunjukkan juga dengan bahasa daerahnya yang sedikit nyeleneh dari bahasa resminya. Sebagai contoh : “Deshou” ; dalam bahasa indonesia berarti “iya kan”;, kalau dalam Osaka ben menjadi “yanka”;.
“saya tidak bisa makan nasi”-
“watashi wa gohan o taberarenai” dalam bahasa osaka menjadi ; ” Ore wa gohan o taberarehen”. Yang berubah adalah kata “tidak”-”nai”-menjadi hen”.
Kata “Ore” atau “saya” banyak juga di pakai selain orang Osaka.
Dulu, ketika bekerja di Osaka, pagi-pagi sekali di wajibkan untuk Taisho atau senam. Karena masih ngantuk, senamnya jadi malas.
“Genki Chau ka” Kata orang jepang
kalau diartikan, ” sakit ya?”, sedangkan dalam bahasa resminya, “Genki janai ka”.
“Mitetoite”, kata orang jepang menyuruh saya memperhatikan pekerjaan. Kalau bahasa resminya “mite kudasai”.
Pernah saya dipaksa makan ama orang jepang, karena gak suka makan brokoli tapi tetap di paksa juga,
“Tabee”, kata orang jepang
kalau bahasa resminya “tabero”
Ya begitulah, Osaka ben banyak dipakai penduduk asli yang lahir di Osaka. Memang agak simple dari bahasa resminya, namun kalau warga baru atau orang asing yang hanya mempelajari bahasa resminya menjadi sedikit aneh di telinga.
Ketika menginjakkan kaki di Osaka saya harus belajar intensif mengenai perubahan bahasa tersebut. Takutnya kalau nanti akan ada salah pengertian sesama orang jepang.
Walaupun sulit, tidak begitu susah banget mempelajarinya dibandingkan dengan bahasa yang ada di negeri kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar