Rabu, 01 Februari 2012

Minuman Kaleng Jarang Mencantumkan Jenis Logam


Otomotif

Kirim Pesan

Otoko Mae

use your imagination

Minuman Kaleng Jarang Mencantumkan Jenis Logam

REP | 21 December 2011 | 19:49325 17  3 dari 5 Kompasianer menilai bermanfaat
Saya habis minum minuman kaleng, mau tau jenis logam apa yang terkandung pada kaleng minuman itu, saya cari di sekeliling kaleng, rupanya tidak ada. Bingung, biasanya kalau bukan aluminium pasti besi (stainles). Akhirnya saya cari magnet, saya tempelin ke kaleng, ternyata lengket, kaleng itu tenyata logam jenis besi.
Saya suka mengamati kaleng, karena dari kaleng itu saya menghasilkan uang pada perusahaan tempat saya bekerja dulu. Orang jepang sangat mewanti-wanti saya kalau membuat kaleng harus dipisahkan antara tutupnya dan badan kaleng. Kenapa?, sebab,kedua benda itu merupakan jenis logam yang berbeda, tutupnya termasuk jenis logam aluminium, sedangkan badannya termasuk logam besi.
Tapi tidak semua kaleng menggunakan logam besi. Ada juga yang memakai aluminium. Untuk membedakannya, pada badan kaleng akan tercantum jenis logam yang dimaksud. Kalau di jepang, jenis logam ada dalam logo “recyle”, (Al) untuk aluminium, (Fe) untuk besi.
Saya amati minuman kaleng yang saya minum ini, tidak ada jenis logamnya, yang ada hanya logo “recycle” yang artinya bisa di daur ulang. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana mau mendaur ulang kalau jenis logamnya tidak kita ketahui secara cepat!. Masak harus pakai magnet dulu buat memastikannya.
Sewaktu saya bekerja di perusahaan aluminium di jepang dulu, sangat repot sekali bila datang barang dari anak cabang perusahaan di indonesia. Kami harus memilah-milah lagi barang kiriman yang ber ton-ton itu, untuk memisahkan antara kaleng aluminium dan besi. Sangat berbeda bila ada barang datang dari cabang di australia atau dari dalam jepang sendiri.
Kaleng-kaleng aluminum itu dilebur didalam tungku bermuatan 40 ton. Suhu didalam tungku berkisar antara 600-800 derajat celcius, sedangkan suhu diluar tungku tempat saya memprosesnya berkisar 60 derajat celcius. Hasil dari kaleng aluminium itu berupa “jigane” atau batangan seberat 4 kilogram disusun sedemikian rupa, kemudian dikirim ke perusahaan onderdil otomotif toyota, honda dan daihatsu.
Bila sedang tidak ada kerjaan, coba perhatikan mesin mobil toyota Alpard vellfire anda, bayangkan kalau semua itu adalah hasil dari daur ulang kaleng, bila di pencet langsung peyot, dan di buang di kali ciliwung, banjir dahhh…
Hendri teman saya sudah berhasil dengan kaleng. Dia mendaur ulang kaleng aluminium menjadi kipas kapal perahu ketek. Tempat usahanya di pinggiran sungai musi palembang. Casting atau proses pembakaran hingga pembentukan menjadi kipas tetap dia lakukan didalam satu ruangan, sangat panas, tapi sekali cetak, bisa bikin dompet dia makin tebal. Walaupun itu hanya industri rumahan, tetapi dia sangat di cintai oleh pemulung kaleng bekas yang menerima hasil tangkapannya.
Ya, mudahan kedepannya ada yang sadar, supaya menyimpan kaleng bekas, dijadikan apa aja kek, sayangkan mubazir begitu, dibuang sembarangan. Satu lagi, perusahaan minuman kaleng atau makanan kaleng haru kudu ngasih tau itu kaleng besi ato aluminium, supaya masyarakat yang mau nyimpan tuh kaleng jadi bisa selektif tuk memisahkan jenis logam coyyyyy….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar