Rabu, 01 Februari 2012

Saya Pernah Ditilang Polisi Saat Bersepeda


Sosbud

Kirim Pesan

Otoko Mae

use your imagination

Saya Pernah Ditilang Polisi Saat Bersepeda

REP | 28 December 2011 | 15:18219 21  1 dari 2 Kompasianer menilai menarik
Sekedar sharing pengalaman magang di Jepang dulu,
Ketika itu hari telah meranjak malam. Saya mengayuh sepeda dari tempat kerja menuju rumah. Tiba-tiba ditengah perjalanan dicegat oleh polisi yang sedang mengadakan razia. Saya terkejut, mereka meminta surat-menyurat sepeda, karena dibeli di toko bekas, saya hanya memberikan kuitansi pembelian yang akurat dengan nomor sepeda.
Saya pun di tilang,
mau tahu kenapa saya di tilang?
Karena tidak menyalakan lampu sepeda.
Maklum, karena barang bekas, dinamo sebagai sumber listrik pada lampu sudah rusak. Penjual toko mengatakan ke saya sewaktu membeli kalau lampunya sudah rusak dan harus diganti, namun karena saat itu lagi bokek, terpaksa membeli sepeda itu apa adanya.
Yang di tilang pada saat itu adalah KTP saya sebagai orang asing. Hal ini kedua kalinya saya kena tilang polisi saat mengendarai sepeda karena masalah yang sama.
Kejadian saya itu masih mendingan dibandingkan dengan Agus teman satu perusahaan, Dia bahkan pernah mendekam di penjara selama 1 malam. Saat itu dia ditilang karena tidak menyalakan lampu malam juga. Namun ketika di tanyai KTP, Agus tidak membawanya. Karena tidak bisa menunjukkan identitasnya, agus beserta sepedanya di gelandang ke pos polisi.
Keesokan harinya Orang perusahaan menjemput agus dan menjelaskan duduk persoalannya. Dan memang Kalau ada persoalan hukum yang tergolong ringan, pihak perusahaan yang akan mengurusnya, kami hanya bisa melapor dan sudah tentu konsekuensinya akan dimarahi habis-habisan oleh mereka.
Polisi jepang sering kali mengadakan Razia untuk mengurangi tingkat pencurian sepeda. Umumnya, razia diadakan di dekat stasiun kereta dimana tingkat pencuriannya cukup tinggi di Jepang. Polisi biasanya memeriksa kelengkapan surat, mencocokkan “nomor polisi” sepeda dan memeriksa tanda pengenal. Kalau tidak ada surat kelengkapan sepeda, harus hati-hati, jangan-jangan itu adalah sepeda curian.
Kalau di Indonesia belum ada razia sepeda. Yang make sepeda pun jarang, ada sih ada yang make, tapi anak kecil yang lagi main. Lagian, sepeda di Indonesia juga tidak terpasang lagi lampu buat mengendarai pada malam hari. Yang saya lihat di toko, kebanyakan sepeda sport. Dan itu menunjukan sekali kalau sepeda bukanlah kebutuhan di sini.
Saya pernah berangkat kerja memakai sepeda, langsung di ledekin sama teman-teman, di bilangin sok idealis segala. Padahal saya murni ingin memakai sepeda saat itu, dikarenakan suatu hal, motor yang saya pakai tiap hari mendadak rusak dan saat itu harus segera cepat sampai di kantor.
Ya, bagaimana polisi indonesia mau meniru polisi jepang yang hobby merazia sepeda. Lah, orang kita jarang yang make sepeda, kalau pun melanggar peraturan, undang-undang tentang sepeda belum di buat oleh dewan yang terhormat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar