Puisi
sejenak ku renungi arti sepi ini
mungkin ter serap hayalan tanpa kesunyian semu
ku biarkan senyap dalam lamunan yg terkadang datang mengisi pikiranku
detak2 canda yg biasa nya ramai mengisi hariku…
tenggelam bagai granit di ujung tangan di hempas lautan
mengapa seok langkahku terhenti oleh teriakan malam di lepas senja
terseret kenangan yg selalu saja datang mengusik dan lekat di ingatanku…
akankah terhapus dengan menghilangkan nama dan senyum nya saja
atau dengan meracuni otaku ku dengan alkohol atau buih
sulit terasa …
susah di rasa….
hawa…tunjukan bahwa kau benar2 di ciptakan untukku
bukan menyerang dengan senyuman
bukan menghujani ku dengan cinta
jangan lah kau kejar aku dengan pisau asmaramu
sangat sakit …
berulang kali kau sayat hatiku dengan kecantikan yg kelam
hanya terkadang kau beri sentuhan supaya terlihat bidadari bersemayam di hatimu
seindah puncak ke anggunan pegunungan menjulang awan…
tatkala kau rangkai kata2 menghiasi bibirmu
tapi…tampak jelas ada adam lain di balik itu…
bukan perselingkuhan yang membawa pertemanan menjadi kasih sayang
berkali kali hujan datang membasahi hatiku
meresap lekat kedalam
berakar di seluk beluk kehidupanku
yang kucari…
aku pun tak mengerti…
cinta yang sulit untuk di mengerti walau sangat aku cari…
sampai pengembaraanku ke negeri sakuraku
menemui cinta yg aku cari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar