Unik
Sepedaku Dicuri Mahluk Gaib!
REP | 07 October 2010 | 03:57 via Mobile Web
Sepedaku jenis ontel ( sengaja ikut tren berita ), tapi tidak begitu mirip karena agak modis, ada keranjang didepan stang dan boncengan dibelakang. Made in japan, cukup keren, memang pada saat itu aku tinggal sementara di jepang sono!.
Karena di jepang, aku tidak takut akan pencuri, apalagi pencuri hati. Katanya dijepang ( ketika baru datang) tidak ada pencuri, semuanya aman!. Pintu rumah tidak usah dikunci, pasti aman, tidak ada yang masuk. Lalu aku coba, dan memang benar!, barang-barangku tidak ada yang hilang satu pun.
Kebiasaan itu pun berlanjut terus, selama 1 tahun lebih aku tinggal disana tidak pernah sekalipun aku mengunci pintu apatoku (rumah). Pergi kerja, langsung saja ku tutup pintu tanpa ku gembok. Pergi main dan belanja, pakai sendal dan tidak lupa membiarkan selalu pintu tidak terkunci. Pulang dari semua kegiatan itu tetap aman-aman saja, tiada satu pun hartaku yang hilang!.
Tapi, kok sepedaku bisa hilang di stasiun kereta!. Padahal saat itu rodanya aku gembok. Kucari kemana-mana tidak ketemu, kutelpon teman, juga tidak tahu. Hingga akhirnya aku pulang dari stasiun ke apato jalan kaki!.
Mungkinkah sepedaku dicuri mahluk gaib?
Kok tega-teganya mereka mencuri sepedaku. Kalau memang manusia, kok tidak menguras isi rumahku yang tidak pernah terkunci saja.
Atas kejadian itu, aku segera merubah kebiasanku yang tidak pernah mengunci rumah menjadi disiplin mengunci rumah. Gajian bulan berikutnya aku pergi ke toko bekas untuk membeli sepeda seken (bekas).
Sewaktu membeli sepeda pun mataku tetap mengawasi, kalau saja sepedaku yang dicuri dulu ada disini!. Sebab, data dikepolisian jepang menyebutkan, kalau sepeda curian banyak beredar di toko bekas!. Untuk mengantisipasi itu, aku lalu meminta plat nomor sepeda untuk menunjukan kalau sepeda itu legal!.
Banyak sekali laporan sepeda yang hilang di stasiun. Memang hal itu menjadi pekerjaan berat kepolisian jepang!. Tiap hari pasti ada razia sepeda. Kalau tidak dapat menunjukan surat pembelian, maka jangan harap bisa jalan terus. Tapi, harus menginap dulu di polsek!.
Aku lihat diberita. Modus pencurian sepeda adalah berawal dari iseng yang kepepet. Maksudnya, ketika seseorang main ke rumah temannya yang jauh dari stasiun, saat itu kan tidak ada kendaraan miliknya, maka untuk mempersingkat waktu, dia pun mengembat punya siapa saja disitu, lalu pergi. Setelah sampai didekat rumah temannya, dibuang begitu saja didekat situ!. Lalu diambil oleh pencari barang bekas kemudian dijual lagi.
Sepedaku punya keranjang untuk mengangkut belanja mingguanku yang berupa, beras, sayur mayur, sembako dan lain-lain. Berfungsi untuk transportasi berangkat dan pulang kerja. Boncengannya untuk juniorku yang baru datang dari indonesia. Jadi, Kalau hilang, berarti aku mati langkah, naik bus tanggung dan mahal, beli mobil dan motor tidak diperbolehkan perusahaan. Otomatis hanya sepeda yang bebas polusi nan menyehatkan.
NB : Sepedaku pernah hilang 2 kali, di kota yang sama, stasiun yang sama dan dalam posisi terkunci. (dalam tahun 2006, memories)
Dare obakeka?, hitoka?,
Karena di jepang, aku tidak takut akan pencuri, apalagi pencuri hati. Katanya dijepang ( ketika baru datang) tidak ada pencuri, semuanya aman!. Pintu rumah tidak usah dikunci, pasti aman, tidak ada yang masuk. Lalu aku coba, dan memang benar!, barang-barangku tidak ada yang hilang satu pun.
Kebiasaan itu pun berlanjut terus, selama 1 tahun lebih aku tinggal disana tidak pernah sekalipun aku mengunci pintu apatoku (rumah). Pergi kerja, langsung saja ku tutup pintu tanpa ku gembok. Pergi main dan belanja, pakai sendal dan tidak lupa membiarkan selalu pintu tidak terkunci. Pulang dari semua kegiatan itu tetap aman-aman saja, tiada satu pun hartaku yang hilang!.
Tapi, kok sepedaku bisa hilang di stasiun kereta!. Padahal saat itu rodanya aku gembok. Kucari kemana-mana tidak ketemu, kutelpon teman, juga tidak tahu. Hingga akhirnya aku pulang dari stasiun ke apato jalan kaki!.
Mungkinkah sepedaku dicuri mahluk gaib?
Kok tega-teganya mereka mencuri sepedaku. Kalau memang manusia, kok tidak menguras isi rumahku yang tidak pernah terkunci saja.
Atas kejadian itu, aku segera merubah kebiasanku yang tidak pernah mengunci rumah menjadi disiplin mengunci rumah. Gajian bulan berikutnya aku pergi ke toko bekas untuk membeli sepeda seken (bekas).
Sewaktu membeli sepeda pun mataku tetap mengawasi, kalau saja sepedaku yang dicuri dulu ada disini!. Sebab, data dikepolisian jepang menyebutkan, kalau sepeda curian banyak beredar di toko bekas!. Untuk mengantisipasi itu, aku lalu meminta plat nomor sepeda untuk menunjukan kalau sepeda itu legal!.
Banyak sekali laporan sepeda yang hilang di stasiun. Memang hal itu menjadi pekerjaan berat kepolisian jepang!. Tiap hari pasti ada razia sepeda. Kalau tidak dapat menunjukan surat pembelian, maka jangan harap bisa jalan terus. Tapi, harus menginap dulu di polsek!.
Aku lihat diberita. Modus pencurian sepeda adalah berawal dari iseng yang kepepet. Maksudnya, ketika seseorang main ke rumah temannya yang jauh dari stasiun, saat itu kan tidak ada kendaraan miliknya, maka untuk mempersingkat waktu, dia pun mengembat punya siapa saja disitu, lalu pergi. Setelah sampai didekat rumah temannya, dibuang begitu saja didekat situ!. Lalu diambil oleh pencari barang bekas kemudian dijual lagi.
Sepedaku punya keranjang untuk mengangkut belanja mingguanku yang berupa, beras, sayur mayur, sembako dan lain-lain. Berfungsi untuk transportasi berangkat dan pulang kerja. Boncengannya untuk juniorku yang baru datang dari indonesia. Jadi, Kalau hilang, berarti aku mati langkah, naik bus tanggung dan mahal, beli mobil dan motor tidak diperbolehkan perusahaan. Otomatis hanya sepeda yang bebas polusi nan menyehatkan.
NB : Sepedaku pernah hilang 2 kali, di kota yang sama, stasiun yang sama dan dalam posisi terkunci. (dalam tahun 2006, memories)
Dare obakeka?, hitoka?,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar