Jalan Jalan
San and Dave: Wisata Diskotek, Alkohol dan Seks
REP | 08 May 2010 | 01:52 via Mobile Web
Osaka, kota metropolitan dengan segala jenis aktivitas siang dan malamnya. Tidak pernah tidur, berputar dengan seiringnya waktu. Kehidupan ‘Nihonjin’, panggilan untuk orang jepang pun, selalu bergerak, tiada matinya, dikala siang dan malam hari.
Di tengah kota osaka, umeda, terdapat sebuah klub malam yang selalu ramai dikunjungi masyarakat yang hoby mengarungi kehidupan dunia malam. Mereka ini tidak hanya orang jepang saja, tetapi ‘daigakusei’, atau orang asing pun berkumpul di situ, saling berinteraksi satu sama lainnya.
Nama tempatnya adalah SAM AND DAVE, sebuah diskotek, atau sebutan mereka ‘kurabu’ yang boleh di nikmati oleh siapa saja. Lokasinya boleh dibilang strategis, jalur busway dan kereta banyak melewati tempat ini.
Pada musim panas tahun lalu, aku dan muroka menghabiskan malam weekend di sana. pertama-tama aku tidak tahu kalau itu diskotek, karena terlihat dari luar seperti sebuah restoran. Namun anggapan ku salah, ternyata ketika masuk kedalam, suara hentakan musik remix dan goyangan penari latar di atas panggung , menyambut kedatangan kami. Aku lalu mencari kursi, dan duduk. Sedangkan muroka, menukar karcis masuk dengan dua botol ‘ BLUE SKY’, sejenis bir.
Duduk sambil mendengarkan DJ Memainkan musiknya cukup nyaman, pemandangan di ‘hall’ pun menarik untuk dilihat, mereka berdisko, berdansa, berpelukan, bahkan ada yang berciuman. Mereka sangat cuek, dan sangat menikmati itu semua.
Muroka mengajakku berjoget di ‘hall’ tapi aku tidak mau, karena tidak bisa, dari pada aku malu sendiri, jadi aku biarkan saja muroka sendirian ke hall.
Tidak butuh lama bagi muroka untuk mendapatkan cewek. Dia sangat gesit, dan kukira cukup flamboyant dilihat dari trik dia memeluk cewek itu. Proses yang begitu cepat, dari memeluk sampai menciuminya. Salut…
Tidak beberapa lama, muroka pun meninggalkan cewek itu, ada kepuasan dibatinnya,
” cewek itu mabuk, katanya habis minum ‘jack daniel’ satu gelas besar.”
pantas, begitu mudahnya.
” cewek itu, ngajak ‘ echi’ (ML), di hotel. Gue gak ada duit. trus gue ajak ‘main’ di toilet aja, dia kabur,”
kata muroka.
” gue pernah kok ML di toilet sini, dasar cewek itu aja yang sok jual mahal.”
biasanya cewek di sini cukup mudah di dapatkan, mereka butuh juga, hanya di kasih sake saja mereka sudah bisa diapa-apain.
Itu yang terjadi didepan meja kami, dua orang berlainan jenis, mabuk, sedang berciuman, yang satunya bule, yang lainnya orang jepang, mereka baru bertemu, kencan semalam, lalu selesai. Mungkin kalau bertemu lagi besok, tidak saling mengenal.
Malam telah memasuki pagi, mata kami sudah mengantuk, saatnya melanjutkan wisata pagi dipulau kapuk.
Salam..http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2010/05/08/sam-and-dave-diskotek-alkohol-dan-seks/
Di tengah kota osaka, umeda, terdapat sebuah klub malam yang selalu ramai dikunjungi masyarakat yang hoby mengarungi kehidupan dunia malam. Mereka ini tidak hanya orang jepang saja, tetapi ‘daigakusei’, atau orang asing pun berkumpul di situ, saling berinteraksi satu sama lainnya.
Nama tempatnya adalah SAM AND DAVE, sebuah diskotek, atau sebutan mereka ‘kurabu’ yang boleh di nikmati oleh siapa saja. Lokasinya boleh dibilang strategis, jalur busway dan kereta banyak melewati tempat ini.
Pada musim panas tahun lalu, aku dan muroka menghabiskan malam weekend di sana. pertama-tama aku tidak tahu kalau itu diskotek, karena terlihat dari luar seperti sebuah restoran. Namun anggapan ku salah, ternyata ketika masuk kedalam, suara hentakan musik remix dan goyangan penari latar di atas panggung , menyambut kedatangan kami. Aku lalu mencari kursi, dan duduk. Sedangkan muroka, menukar karcis masuk dengan dua botol ‘ BLUE SKY’, sejenis bir.
Duduk sambil mendengarkan DJ Memainkan musiknya cukup nyaman, pemandangan di ‘hall’ pun menarik untuk dilihat, mereka berdisko, berdansa, berpelukan, bahkan ada yang berciuman. Mereka sangat cuek, dan sangat menikmati itu semua.
Muroka mengajakku berjoget di ‘hall’ tapi aku tidak mau, karena tidak bisa, dari pada aku malu sendiri, jadi aku biarkan saja muroka sendirian ke hall.
Tidak butuh lama bagi muroka untuk mendapatkan cewek. Dia sangat gesit, dan kukira cukup flamboyant dilihat dari trik dia memeluk cewek itu. Proses yang begitu cepat, dari memeluk sampai menciuminya. Salut…
Tidak beberapa lama, muroka pun meninggalkan cewek itu, ada kepuasan dibatinnya,
” cewek itu mabuk, katanya habis minum ‘jack daniel’ satu gelas besar.”
pantas, begitu mudahnya.
” cewek itu, ngajak ‘ echi’ (ML), di hotel. Gue gak ada duit. trus gue ajak ‘main’ di toilet aja, dia kabur,”
kata muroka.
” gue pernah kok ML di toilet sini, dasar cewek itu aja yang sok jual mahal.”
biasanya cewek di sini cukup mudah di dapatkan, mereka butuh juga, hanya di kasih sake saja mereka sudah bisa diapa-apain.
Itu yang terjadi didepan meja kami, dua orang berlainan jenis, mabuk, sedang berciuman, yang satunya bule, yang lainnya orang jepang, mereka baru bertemu, kencan semalam, lalu selesai. Mungkin kalau bertemu lagi besok, tidak saling mengenal.
Malam telah memasuki pagi, mata kami sudah mengantuk, saatnya melanjutkan wisata pagi dipulau kapuk.
Salam..http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2010/05/08/sam-and-dave-diskotek-alkohol-dan-seks/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar