Jalan Jalan
Tenoji, Wisata Lokalisasi dan Lambaian Manja PSK (HL)
HL | 05 May 2010 | 03:00 via Mobile Web
Udara malam di musim panas, Tenoji…
Aku, jhon, dan muroka san berjalan-jalan, menikmati udara yang terasa sangat panas dibanding palembang. Kami sengaja memilih Tenoji, karena kata muroka san, di sana ada suatu tempat untuk esek-esek, dimana PSK-nya ( pekerja seks komersil ) lokal/jepang cantik-cantik. Karena dia pernah ‘nginap’ di lokalisasi tersebut.
Tenoji, kota kecamatan di wilayah osaka, terdapat lokalisasi prostitusi. orang asing jarang masuk ke situ, disebabkan banyak yakuza berkeliaran di depan lokalisasi. Kami berani masuk ke lokalisasi karena muroka san.
Lokalisasi terunik yang pernahku lihat ( karena aku pernah jalan ke lokalisasi teratai putih .plg) Lokalisasi itu terbagi atas 2 bagian, dibagian barat di isi PSK yang muda, di bagian timur diisi yang umurnya paruh baya.
Muroka san sangat hapal tempat itu. Jadi, pertama-tama, kami ke bagian barat, di sana aku melihat wanita muda cantik, pakai kimono longgar, pakai kelambu berlampu di ruangan depan pintu masuk rumah, tapi kakinya di julur keluar, dan terlihat putih mulusnya. Harganya, 25ribu yen per-ejakulasi, mahal!, sebab, itu rumah pertama, atau kelas VIP. Aku menelan ludah saja melihatnya. selanjutnya jalan ke rumah berikutnya, terlebih sama dengan yang tadi, pakai kelambu kecil, ada lampu berwarna pink di dalam kelambu, dan berhiaskan bunga-bunga, seperti kamar pengantin. Wanita kulit putih, rambut dipirangi, dan pakaian semi bikini, melambai lembut ke kami menyuruh mampir. Muroka mengajak mampir sejenak,
” belum ada pelanggan ya?,”
” ada satu, barusan udah pulang,”
” berapa nih?,”
” biasa, 20ribu yen, ada oral-nya juga” katanya lembut.
wow, gemetaran aku, gaya bicaranya manja, seksi, putih, dan yang jelas terkuras isi dompet kalau sampai bobo dengan dia.
Menarik, tiap rumah di-setting sedemikian rupa untuk menarik pengunjung. Muroka san lalu mengajak jalan lagi dan menunjukan tempat dia ‘nginap’ dulu, katanya agak murah. Rumahnya sama seperti tadi, terus kami masuk kedalam. Tampaknya mereka sangat akrab berbincang, aku dan Jhon diam saja mendengar pembicaraan mereka, hanya minum teh suguhan tuan rumah.
Wanita itu berumur 28 tahun, asal Kyoto dan baru setahun mendiami lokalisasi tersebut. Muroka mengatakan, sekali shot time persiapkan uang 12 ribu yen. Wanita itu bisa juga melayani, jika kita hanya menjamah, atau bisa juga kalau di oral saja. Tarifnya beda dengan penetrasi langsung, kalau menjamah saja 3000 yen, sedangkan oral saja 5000 yen.
Kami lalu melanjutkan, ke bagian timur, PSK di sana rata-rata telah berumur, sepi pengunjung. tapi mereka tetap aktif merayu pengunjung, sampai-sampai ada yang menjatuhkan harga normalnya. Kami lewat aja disuruh mampir, katanya cuma 3000 yen dapat full service. harga normalnya 5000 yen kata Muroka menjelaskan soal wanita tadi.
Malam telah larut, kami pun lalu beranjak pulang. tidak ‘nginap’, karena tujuan awal cuma jalan-jalan, menambah pengetahuan dan pertualangan. ” kapan lagi kita bisa wisata ke tempat beginian, mumpung ada di jepang, kita kelilingi semua dan cari tahu tentang negeri sakura ini,” kata jhon semangat
1 yen = 110 Rupiah
(Tenoji-tobita shinji agustus 2008)
Aku, jhon, dan muroka san berjalan-jalan, menikmati udara yang terasa sangat panas dibanding palembang. Kami sengaja memilih Tenoji, karena kata muroka san, di sana ada suatu tempat untuk esek-esek, dimana PSK-nya ( pekerja seks komersil ) lokal/jepang cantik-cantik. Karena dia pernah ‘nginap’ di lokalisasi tersebut.
Tenoji, kota kecamatan di wilayah osaka, terdapat lokalisasi prostitusi. orang asing jarang masuk ke situ, disebabkan banyak yakuza berkeliaran di depan lokalisasi. Kami berani masuk ke lokalisasi karena muroka san.
Lokalisasi terunik yang pernahku lihat ( karena aku pernah jalan ke lokalisasi teratai putih .plg) Lokalisasi itu terbagi atas 2 bagian, dibagian barat di isi PSK yang muda, di bagian timur diisi yang umurnya paruh baya.
Muroka san sangat hapal tempat itu. Jadi, pertama-tama, kami ke bagian barat, di sana aku melihat wanita muda cantik, pakai kimono longgar, pakai kelambu berlampu di ruangan depan pintu masuk rumah, tapi kakinya di julur keluar, dan terlihat putih mulusnya. Harganya, 25ribu yen per-ejakulasi, mahal!, sebab, itu rumah pertama, atau kelas VIP. Aku menelan ludah saja melihatnya. selanjutnya jalan ke rumah berikutnya, terlebih sama dengan yang tadi, pakai kelambu kecil, ada lampu berwarna pink di dalam kelambu, dan berhiaskan bunga-bunga, seperti kamar pengantin. Wanita kulit putih, rambut dipirangi, dan pakaian semi bikini, melambai lembut ke kami menyuruh mampir. Muroka mengajak mampir sejenak,
” belum ada pelanggan ya?,”
” ada satu, barusan udah pulang,”
” berapa nih?,”
” biasa, 20ribu yen, ada oral-nya juga” katanya lembut.
wow, gemetaran aku, gaya bicaranya manja, seksi, putih, dan yang jelas terkuras isi dompet kalau sampai bobo dengan dia.
Menarik, tiap rumah di-setting sedemikian rupa untuk menarik pengunjung. Muroka san lalu mengajak jalan lagi dan menunjukan tempat dia ‘nginap’ dulu, katanya agak murah. Rumahnya sama seperti tadi, terus kami masuk kedalam. Tampaknya mereka sangat akrab berbincang, aku dan Jhon diam saja mendengar pembicaraan mereka, hanya minum teh suguhan tuan rumah.
Wanita itu berumur 28 tahun, asal Kyoto dan baru setahun mendiami lokalisasi tersebut. Muroka mengatakan, sekali shot time persiapkan uang 12 ribu yen. Wanita itu bisa juga melayani, jika kita hanya menjamah, atau bisa juga kalau di oral saja. Tarifnya beda dengan penetrasi langsung, kalau menjamah saja 3000 yen, sedangkan oral saja 5000 yen.
Kami lalu melanjutkan, ke bagian timur, PSK di sana rata-rata telah berumur, sepi pengunjung. tapi mereka tetap aktif merayu pengunjung, sampai-sampai ada yang menjatuhkan harga normalnya. Kami lewat aja disuruh mampir, katanya cuma 3000 yen dapat full service. harga normalnya 5000 yen kata Muroka menjelaskan soal wanita tadi.
Malam telah larut, kami pun lalu beranjak pulang. tidak ‘nginap’, karena tujuan awal cuma jalan-jalan, menambah pengetahuan dan pertualangan. ” kapan lagi kita bisa wisata ke tempat beginian, mumpung ada di jepang, kita kelilingi semua dan cari tahu tentang negeri sakura ini,” kata jhon semangat
1 yen = 110 Rupiah
(Tenoji-tobita shinji agustus 2008)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar