Alternatif
Cepat Banget Sih Kadarluarsanya !
REP | 02 May 2010 | 08:15 via Mobile Web
Tanggal muda nih, yang pasti wajah berseri-seri, berangkat kerja jadi semangat, rasanya pengen buru-buru mengejar waktu menuju perusahaan. Kalau saja ini bukan tanggal gajian pasti semangat diri melempem, dan malas banget bangun, apalagi mandi pagi.
Ya, apalagi yang diharapkan pekerja seperti aku ini selain upah. Hasil peras keringat banting tulang, akan sirna bila memasuki hari, kala menerima uang dari jerih payah tadi. Kebutuhan hidup akan terpenuhi dengan itu, mengelolanya sedemikian rupa, hingga tercukupi untuk satu bulan kedepannya.
Yang pertama, bila aku telah menerima gaji, pasti belanja kebutuhan pokok dahulu seperti: beras, gula , garam, bumbu masakan, minyak goreng, dan lain sebagainya. Semuanya itu aku beli di supermarket, karena kalau mau ke pasar tradisional di sini tidak ada, maklum di jepang tidak ada pol-pp, jadi karena tidak ada yang bertugas gusur-gusur pedagang tradisional, maka pemerintah meniadakan pasar tradisional ( hehehe, bercanda..).
Hari minggu, merupakan hari yang pas buat belanja. Libur kerja, suasana hati nyaman, dan yang mengasyikan di supermarket banyak gadis-gadis cantik yang berbelanja kebutuhan.
Mengendarai sepeda dari apato cukup nyaman apalagi udara musim semi sangat bersahabat. Tiba di supermarket hanya 10 menit, sengaja aku belanja di sini saja, karena tempat yang biasanya aku belanja masih tutup.
Untuk kebutuhan 1 bulan, biasanya aku membeli beras dan rempah-rempah yang penting. Aku berjalan-jalan mencari itu semua, keranjang sudah hampir penuh dan langsung saja kubayar di kasir.
Sesampai di rumah, belanjaan tertentu aku susun ke dalam kulkas. Hingga selesai dan aku memanfaatkan waktu libur dengan istirahat di apato saja.
Begitulah hari manakala gajian, besoknya kerja jadi bergairah, teman-teman pun begitu juga, kerja seakan-akan tanpa beban. Malamnya pun tidur enak, nelpon ke keluarga, sambil tanya, ” mau dikirimin uang tidak?,”
pokoknya bikin hidup lebih hidup.
Duh lapar, “masak dulu ah,”
bahan makanan 3 hari yang lalu, masih berjejer di kulkas, memilih-milih menu. Lalu ngambil kemasan tahu dalam plastik, melihat-lihat label, dan terkejut.
” loh kok udah habis hari ini kadarluarsanya,”
bingung, lalu aku lihat kemasan susu, hampir sama, tapi kelang 4 hari dari sekarang atau 1 minggu. Lalu penasaran, aku perhatikan semua yang ada di kulkas, terlebih sama, paling lama 1 bulan. Tidak ada yang 1-2 tahun seperti yang ada diindonesia .
Kenapa ya di sini makanannya cepat basi?, apakah tidak bisa di awetkan dulu ya?. Kan harus buru-buru dihabiskan, cepat terkuras nih uang gaji.
Di negeri sakura, para manula banyak yang masih segar bugar.
Ya, apalagi yang diharapkan pekerja seperti aku ini selain upah. Hasil peras keringat banting tulang, akan sirna bila memasuki hari, kala menerima uang dari jerih payah tadi. Kebutuhan hidup akan terpenuhi dengan itu, mengelolanya sedemikian rupa, hingga tercukupi untuk satu bulan kedepannya.
Yang pertama, bila aku telah menerima gaji, pasti belanja kebutuhan pokok dahulu seperti: beras, gula , garam, bumbu masakan, minyak goreng, dan lain sebagainya. Semuanya itu aku beli di supermarket, karena kalau mau ke pasar tradisional di sini tidak ada, maklum di jepang tidak ada pol-pp, jadi karena tidak ada yang bertugas gusur-gusur pedagang tradisional, maka pemerintah meniadakan pasar tradisional ( hehehe, bercanda..).
Hari minggu, merupakan hari yang pas buat belanja. Libur kerja, suasana hati nyaman, dan yang mengasyikan di supermarket banyak gadis-gadis cantik yang berbelanja kebutuhan.
Mengendarai sepeda dari apato cukup nyaman apalagi udara musim semi sangat bersahabat. Tiba di supermarket hanya 10 menit, sengaja aku belanja di sini saja, karena tempat yang biasanya aku belanja masih tutup.
Untuk kebutuhan 1 bulan, biasanya aku membeli beras dan rempah-rempah yang penting. Aku berjalan-jalan mencari itu semua, keranjang sudah hampir penuh dan langsung saja kubayar di kasir.
Sesampai di rumah, belanjaan tertentu aku susun ke dalam kulkas. Hingga selesai dan aku memanfaatkan waktu libur dengan istirahat di apato saja.
Begitulah hari manakala gajian, besoknya kerja jadi bergairah, teman-teman pun begitu juga, kerja seakan-akan tanpa beban. Malamnya pun tidur enak, nelpon ke keluarga, sambil tanya, ” mau dikirimin uang tidak?,”
pokoknya bikin hidup lebih hidup.
Duh lapar, “masak dulu ah,”
bahan makanan 3 hari yang lalu, masih berjejer di kulkas, memilih-milih menu. Lalu ngambil kemasan tahu dalam plastik, melihat-lihat label, dan terkejut.
” loh kok udah habis hari ini kadarluarsanya,”
bingung, lalu aku lihat kemasan susu, hampir sama, tapi kelang 4 hari dari sekarang atau 1 minggu. Lalu penasaran, aku perhatikan semua yang ada di kulkas, terlebih sama, paling lama 1 bulan. Tidak ada yang 1-2 tahun seperti yang ada diindonesia .
Kenapa ya di sini makanannya cepat basi?, apakah tidak bisa di awetkan dulu ya?. Kan harus buru-buru dihabiskan, cepat terkuras nih uang gaji.
Di negeri sakura, para manula banyak yang masih segar bugar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar