Selasa, 31 Januari 2012

Yang Besar Mengalah Pada yang Kecil


Sosbud

Kirim Pesan

Otoko Mae

use your imagination

Yang Besar Mengalah Pada yang Kecil

OPINI | 04 May 2010 | 16:32 via Mobile Web53  1 dari 1 Kompasianer menilai Aktual
Citsss.. Suara rem mobil yang berhenti mendadak, di persimpangan lampu merah,
” hei, punya mata gak loe,” kata pengemudi mobil, kepada pejalan kaki dengan wajah pucatnya. Buru-buru pejalan kaki itu, langsung nyebrang ke trotoar. Padahal belok kiri, harusnya sopir hati-hati melihat penyeberang jalan yang mau lewat.
Pengalaman diatas, beda yang aku temui di osaka. Ketika, pejalan kaki mau menyeberang. Yang punya kendaraan, baik itu sepeda motor maupun mobil, pasti lebih mendahului para penyeberang jalan, walaupun lampu sudah hijau.
Mengapa begitu?, mereka mempunyai jiwa sosial yang tinggi, memahami keadaan, dan ber-empati kepada sesama. Walaupun mereka terkenal cuek, tapi dibalik itu, ada kepedulian di diri mereka.
Baru-baru datang, aku tidak tahu akan hal itu. Pernah suatu ketika, aku mengendarai sepeda, di jalur trotoar khusus pejalan kaki dan sepeda, setiap ada orang di depan yang menghalangi jalan, aku bunyikan bel, hingga di omelin oleh mereka dari jauh,
” dasar orang asing,”
sejak saat itu, aku memilih memperlambat dayungan sepeda, jika banyak orang di trotoar.
Pejalan kaki ibaratkan raja bagi sepeda,
sepeda ibaratkan raja bagi sepeda motor,
sepeda motor ibaratkan raja bagi mobil.
yang baru aku ketahui ketika itu.
Jadi, aku tidak takut di klakson mobil, jika mendayung sepeda dengan lambat, sewaktu naik tanjakan, mereka akan mengalah dan memperlambat laju mobilnya.
(japan, present..)
http://sosbud.kompasiana.com/2010/05/04/yang-besar-mengalah-pada-yang-kecil/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar