Selasa, 31 Januari 2012

Menyingkap Tabir Otoko Mae…


Sosok

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Mukti Ali

Ayahnya Davi dan Haydar.

Menyingkap Tabir Otoko Mae…

OPINI | 20 December 2011 | 20:07263 53  1 dari 1 Kompasianer menilai menarik
Fasih berbahasa Jepang itulah salah satu kelebihan kompasianer ini, enggak heran karena dia pernah tinggal di Jepang, bukan untuk kuliah tapi jadi ” kuli ” hihihi tepatnya bekerja,
132438658290393459
Otoko Mae, Ketika rambutnya masih panjang. Boleh Nyolong Dari FB nya Orta Dake.
enggak”  tega”  saya mengatakannya kalo dia ini berasal dari kota yang sama dengan saya, Otoko mae memang asli wong Palembang.
Belajar Mechanical engineering di Politeknik Negeri Sriwijaya, membuat anak ini sebenarnya bisa nulis tentang mesin, sayangnya tema mesin enggak menarik buat oto hihihi  dia malah lebih banyak menulis tentang lendir, tapi itu dulu ketika kompasiana masih punya kolom terpopuler.
Tulisan lendirlah yang membuat Otoko mae menjadi terkenal di kompasiana, pokoknya tulisannya  selalu mendominasi kolom terpopuler. Sekali-kali kalo lagi kangen sama jepang dia membuat tulisan tentang Jepang, saya lupa-lupa ingat sebelumnya Otoko  pernah menyatakan ingin hengkang dari kompasiana.
Saya kurang tahu apa penyebabnya, namun niat hengkang itu tinggal sekedar niat karena sampai hari ini Otoko masih menulis di Kompasiana. Dia juga pernah menulis tentang saya, di katakannya dalam tulisan itu bahwa saya dan pak Andika termasuk kompasianer yang paling rajin mengganti profile. hihihi ternyata anak ini pengamatannya boleh juga.
Oya, pasti anda penasaran di mana Otoko tinggal sekarang?
Dia udah balik dari Jepang dan sekarang tinggal di palembang, hari-harinya di isi dengan bekerja di sebuah kementerian milik pemerintah. perlu juga di ketahui bahwa oto ini udah menikah, kalo dia belum menikah mungkin dia bisa di calonkan sebagai dirjen IPTN ( Ikatan Pemuda Telat Nikah ).
Kecintaanya terhadap kompasiana tidak usah di ragukan lagi, sekecil apapun gejolak yang terjadi di kompasiana dia tahu, karenanya enggak usah kaget kalo dia dengan bahasanya yang blak-blakan mengkritisi tulisan Mad Mizan.Masih menurut Oto,  Mad Mizan itu termasuk Kompasianer Abal-abal, sebelas dua belas  dengan Mad Mizan ada bang Zuragan dan Suami Sableng.
Terus terang  di antara mereka ini,  Saya paling suka dengan Suami Sableng, orangnya terbuka, apa adanya, orang yang belum mengenal Suami sableng akan menilai kalo suami Sableng emang agak sableng padahal dia seorang suami yang perhatian, Apa hubungannya ya? hihihi.
Suami sableng adalah TKI handal,  jangankan kompasiana, Libya aja sudah dia datangi, kalo memang bahasanya agak gimana itulah bahasa orang-orang yang pernah berjibaku dengan limpahan minyak lepas pantai Libya. Suami sableng adalah orang yang pernah merasakan hamtaman ombak, terbiasa bekerja dengan orang-orang yang ” keras ” dari berbagai negara di dunia.
Enggak usah di ambil hatilah perkataan suami sableng, dia orangnya fair kok, kalo memang ada kata-katanya yang di anggap menyinggung, dia juga tidak pernah sungkan-sungkan untuk minta maaf, menunjukan secara jelas kalo dia itu sebenarnya  orang baik, rajin menabung dan tidak sombong.
Mad Mizan, Suami sableng sebelumnya sudah pernah saya tulis, sekarang giliran otoko yang saya tulis, saya emang suka menulis tentang pribadi-pribadi yang unik, mungkin agak berlebihan, tapi menurut saya kompasiana semakin berwarna dengan kehadiran mereka.
Saya akhiri tulisan ini dengan sebuah pantun ” kalo ada sumur di ladang boleh lah kita menumpang mandi, kalo ada salah-salah tulisan mohonlah saya di maafkan ”.
Salam kompasiana, semoga anda semua selalu dalam lindungan Tuhan yang maha Esa, Satu lagi, kepada suami Sableng tetep semangat, bagaimana pun anda pernah menjadi bagian dari kami para TKI .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar