Selasa, 31 Januari 2012

Menang Lomba, tapi Hadiahnya Belum Saya Terima sampai sekarang, Oh Nasib…


Mainstream Media

Kirim Pesan

Otoko Mae

use your imagination

Menang Lomba, tapi Hadiahnya Belum Saya Terima sampai sekarang, Oh Nasib…

REP | 25 November 2010 | 17:33101 23  2 dari 3 Kompasianer menilai Menarik

Di Kompasiana, Tulisan Saya pernah jadi Headlines, pernah juga jadi Terpopuler, Terfavorit, dan malah pernah juga menang Lomba. Yang terakhir ini agak membingungkan juga, menang lomba tapi hadiahnya tidak saya terima sampai saat ini.
Waktu itu saya ikut lomba iB Blogger 100 menit 1000 tulisan. Saya menulis tentang pengalaman saya ketika berada di Jepang.
Dengan perjuangan yang melelahkan, saya akhirnya bisa mempublishnya, walaupun katanya jaringannya banyak masalah, tapi saya bisa mengikuti lomba yang heboh itu.
Mungkin memang Rezeki dari Tuhan, saya yang begitu mudahnya mempublish tulisan, juga akhirnya ketika admin mengumumkan pemenang lomba, nama Saya ada juga di Juara Harapan. Juara yang bukan dari hasil voting pembaca dan pemberian rating yang banyak, tapi hasil dari penilaian tim juri kala itu.
Saya senang dan bangga sekali, mungkin karena baru kali ini saya menulis yang bisa menang dalam mengikuti perlombaan. Jadi bingung harus ngapain, petunjuk admin yang menyuruh pemenang lomba mengirimkan biodata lewat email telah saya lakukan, tapi setelah itu, nihil, dan tidak ada apa-apa sampai sekarang ini.
Juara Harapan yang kala itu berhadiah Modem, Sebuah benda yang digunakan untuk berinternetan memakai laptop atau komputer. Bagi saya modem itu tidak saya perlukan, karena tidak punya laptop dan komputer, tapi saya kan baru pertama kali ini menang lomba, jadi walaupun tak berfungsi, Modem itu akan saya bingkai dan akan saya gantungkan di dinding untuk saya perlihatkan ke anak cucu saya kelak kalau pernah memenangi Lomba di kompasiana tercinta ini.
Ya, begitulah, memang katrok sih, apalagi saya tidak berada di Jakarta, jadi sulit untuk mendatangi gedung kompas. Kalau memang tidak ada hadiahnya tidak apa-apa kok kalau di ganti piagam, saya ikhlas menerimanya.
Wasalam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar