Puisi
- ketika renungan berupa syair mengalun di ujung lidah
- ada sebait buai yg mengalir begitu saja melepaskan asa ku
- lama sudah ku simpan jejak itu
- yg terpuruk dalam di hampa nya hati
- kekasih itu bukan lah sosok yg kudambakan mendampingiku sisa umurku
- melainkan tawa sekedarnya saja
- bukan tangisan ala kadar nya
- menemani sadarku akan cinta yg sirna tanpa bekas tersisa
- hening kembali bersama mimpi yg setiap malam menemaniku
- hanya himpitan batinku menyertai hariku
- untuk selalu bersamamu merajai waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar