Sosbud
Fenomena Penulis Tentang Jepang
OPINI | 29 September 2010 | 18:39 via Mobile Web
Banyak yang menulis tentang jepang, Mengupas tentang kehidupan dan budaya mereka.
Apa sih hebatnya negara jepang, sampai-sampai penulis membahasnya terus?
Aku kira sama saja dengan indonesia, tidak jauh beda!.
1. Sama-sama makan nasi.
2. Merk elektronik dan teknologinya sama saja dengan yang di sini. Yamaha, honda, sharp, toshiba, toyota, sony, dan lain-lain.
3. Sama-sama dibenua asia.
4. Cewek dan cowoknya sama-sama bagus.
5. Dan sama-sama suka mengucapkan salam.
Terlalu berlebihan bila penulis suka membandingkan mereka dengan kita.
Yang jelas dan pasti, mereka adalah bekas penjajah kita. Yang membantai dan menyiksa rakyat indonesia tempo dulu. Kalau mau adil bahas juga dong negara belanda!.
Terlalu mengagungkan negara jepang!. Apakah karena mereka menggaji kerja dengan uang yen yang kalau diRupiahkan bisa puluhan juta. Atau kehidupan disana benar-benar nyaman dengan difasiltasi, kereta bawah tanah, sinkansen, trans, jido, konbini, fuyu, haru, miyabi, atau yamashita.
Tulisan tentang jepang sangat memancing pembaca untuk pindah negara. Terus kalau mereka menuntut kalian untuk membawa mereka ke nihon bagaimana?. Apakah siap menampung mereka. Sangat rumit bukan, visa disana tidak sembarangan orang mendapatkannya, harus ada sponsor. Kalau tidak, siap-siap saja menyuap dengan bergepok-gepok uang.
Katanya negara jepang itu orangnya sangat jorok, jarang mandi pagi, kalau buang air besar tidak dibersihkan pakai air, dan mulut mereka sangat bau karena banyak makan butaniku dan sake.
Adalagi hal yang menjijikan yaitu, telanjang dan berendam di ofuro ramai-ramai, mana airnya panas, terus sambil cerita yang berbau porno.
Okelah, mereka disiplin dan taat aturan walau polisi sangat polos dan lucu karena suka patroli pakai sepeda. Tapi merekakan rata-rata tidak beragama, beda sekali dengan kita. Terus, orang jepangkan suka membunuh dirinya sendiri, beda sekali dengan kita yang suka membunuh orang lain.
Satu lagi, orang jepang itu sangat egois. Mereka tidak mau memakai bahasa lain selain bahasa jepang, kalau ada turis ngomong bahasa inggris, banyak yang tidak mengerti. Beda sekali dengan kita, anak kecil pun ada yang tidak bisa pakai bahasa indonesia, karena sejak kecil dicekoki bahasa inggris. Keegoisan orang jepang pun terlihat dari suka bersih-bersih sendiri, piring dicuci sendiri, masak sendiri dan berkeluarga pun sendiri, tanpa pembantu. Bedakan dengan kita.
Baiklah, daripada aku ngoceh tidak karuan, lebih baik aku akhiri saja dengan sebuah lagu klasik
oo ra,
mae o mite goran
kore ga anata no mirai.
Apa sih hebatnya negara jepang, sampai-sampai penulis membahasnya terus?
Aku kira sama saja dengan indonesia, tidak jauh beda!.
1. Sama-sama makan nasi.
2. Merk elektronik dan teknologinya sama saja dengan yang di sini. Yamaha, honda, sharp, toshiba, toyota, sony, dan lain-lain.
3. Sama-sama dibenua asia.
4. Cewek dan cowoknya sama-sama bagus.
5. Dan sama-sama suka mengucapkan salam.
Terlalu berlebihan bila penulis suka membandingkan mereka dengan kita.
Yang jelas dan pasti, mereka adalah bekas penjajah kita. Yang membantai dan menyiksa rakyat indonesia tempo dulu. Kalau mau adil bahas juga dong negara belanda!.
Terlalu mengagungkan negara jepang!. Apakah karena mereka menggaji kerja dengan uang yen yang kalau diRupiahkan bisa puluhan juta. Atau kehidupan disana benar-benar nyaman dengan difasiltasi, kereta bawah tanah, sinkansen, trans, jido, konbini, fuyu, haru, miyabi, atau yamashita.
Tulisan tentang jepang sangat memancing pembaca untuk pindah negara. Terus kalau mereka menuntut kalian untuk membawa mereka ke nihon bagaimana?. Apakah siap menampung mereka. Sangat rumit bukan, visa disana tidak sembarangan orang mendapatkannya, harus ada sponsor. Kalau tidak, siap-siap saja menyuap dengan bergepok-gepok uang.
Katanya negara jepang itu orangnya sangat jorok, jarang mandi pagi, kalau buang air besar tidak dibersihkan pakai air, dan mulut mereka sangat bau karena banyak makan butaniku dan sake.
Adalagi hal yang menjijikan yaitu, telanjang dan berendam di ofuro ramai-ramai, mana airnya panas, terus sambil cerita yang berbau porno.
Okelah, mereka disiplin dan taat aturan walau polisi sangat polos dan lucu karena suka patroli pakai sepeda. Tapi merekakan rata-rata tidak beragama, beda sekali dengan kita. Terus, orang jepangkan suka membunuh dirinya sendiri, beda sekali dengan kita yang suka membunuh orang lain.
Satu lagi, orang jepang itu sangat egois. Mereka tidak mau memakai bahasa lain selain bahasa jepang, kalau ada turis ngomong bahasa inggris, banyak yang tidak mengerti. Beda sekali dengan kita, anak kecil pun ada yang tidak bisa pakai bahasa indonesia, karena sejak kecil dicekoki bahasa inggris. Keegoisan orang jepang pun terlihat dari suka bersih-bersih sendiri, piring dicuci sendiri, masak sendiri dan berkeluarga pun sendiri, tanpa pembantu. Bedakan dengan kita.
Baiklah, daripada aku ngoceh tidak karuan, lebih baik aku akhiri saja dengan sebuah lagu klasik
oo ra,
mae o mite goran
kore ga anata no mirai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar