Selasa, 31 Januari 2012

Naik Taksi di Jepang


Jalan Jalan

Kirim Pesan

Otoko Mae

use your imagination

Naik Taksi di Jepang

REP | 22 June 2010 | 16:46 via Mobile Web460  1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik
Aku, jhon dan rudi hendak pergi ke pusat kota osaka di namba. Ketika itu pukul 1 dini hari, dimana bus tidak ada lagi, kereta dah habis dan yang ada hanya taksi.
Saat itu kami belum pernah sekalipun mencoba taksi di jepang, oleh karena itu kami berniat mencobanya. Sesampai di jalan kami menyetop taksi yang sedang kosong lewat di jalan. Jhon pun hendak membuka pintu, tapi di tahan oleh supirnya.
Tak lama kemudian pintu belakang pun terbuka dengan sendirinya, “ajaib”. Karena kami bertiga, otomatis kalau semuanya di belakang, pasti duduknya sempit-sempitan. Untuk itu, rudi pun berinisiatif untuk duduk didepan, samping supir.
Namun hal itu membuat supirnya salah tingkah.
” kenapa pak?”
” maaf ya, soalnya baru kali ini saya menerima penumpang yang duduk di depan”
” oh, tidak apa-apa pak, santai aja, soalnya kalau dibelakang semua tidak muat,”
sopir taksi pun bersiap jalan, menghidupkan argonya dari nol, memasang sabuk pengaman, dan jalan.
” pak, tadi kok pintunya terbuka sendiri”
” iya, kan ada tombolnya,”
” emang kalau ada penumpang, pintunya harus di bukakan sopir ya?”
” iya, soalnya penumpang adalah raja, kami justru akan marah kalau pintunya di bukakan sendiri oleh penumpang.”
” oh, gitu.”
mobil masih melaju dengan cepat, lain dengan indonesia yang sengaja di perlambat.
” kita lewat sini aja ya, soalnya lebih cepat, takut nanti kalian terlambat sampainya”
” iya deh pak, terserah!”
tidak begitu lama, kami pun sampai, argo menunjukan harga 4830 yen. Aku lalu memberi uang 5000 yen.
” kembaliannya buat bapak,”
” tidak usah dik, kami tidak menerima tip,”
sembari tangannya bergegas mengambil uang kembalian dan memberikan padaku.
Sewaktu aku mau menutup pintu, buru-buru dicegahnya.
” maaf, biar saya yang menutup pintunya, kalian jalan aja,”
” terima kasih pak”
” iie, doitashimashite”
kami pun berjalan meninggalkan taksi itu.
180 derajat bedanya taksi di indonesia, dimana sopir adalah raja, raja menghitung argo dan uang tips.
http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2010/06/22/naik-taksi-di-jepang/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar